Motor AJS dan Matchless, hadir di Indonesia dari jaman penjajahan Inggris dan Belanda hingga jaman Presiden Soekarno. Baru ketika motor Jepang di awal era 1960-an masuk pasar Indonesia, berakhirlah masa keemasan motor Eropa di Indonesia.
AJS diproduksi di Kota Wolverhampton, England dengan label pabrik A. J. Stevens & Co. Ltd, sejak 1909
MATCHLESS diproduksi di Plumstead, London antara tahun 1899 hingga 1966
Keduanya memiliki postur yang lebih besar dan gagah ketimbang motor-motor Jepang. Wajar saja karena postur tubuh orang Eropa-Inggris rata-rata lebih tinggi dan besar dari orang Asia
Jawa, kalimat yang identik dengan pulau terbanyak penduduknya di Indonesia. Tapi, Jawa yang satu ini diambil dari dua orang pendirinya, Janecek dan Wanderer asal Ceko. Jawa merupakan pabrikan motor yang sudah melahirkan banyak model.
Seperti 50 Jet Series. Mirip bebek yang seliweran di tanah air. Bisa jadi pabrikan asing ternama di tanah air, mencontoh desain dari pabrikan negara Balkan ini.
Sekilas desainnya meniru Vespa. Lihat area pijakan kaki. Kapasitas mesin 50 cc, 2-tak. Tangki menampung 5,5 liter bahan bakar. Kecepatan maksimalnya 60 km/jam.
Neckarsulm Strick Maschinen Union atau NSU salah satu pembuat motor paling senior. Lihat aja, belum masuk abad 20, mereka sudah memulai sebagai pembuat sepeda (1890).
Gatel inovasi mereka garap mesin bermerek Swess Zedel kekuatan 1,5 dk di sasisnya. Ini bebuka polah mereka bikin motor. Walter Moore, desainer motor Inggris bikin motor-motor NSU yang beken di kisaran 1929. Mulai kelas 348 cc sampai ke yang 600 cc.
Ia malah membuat kelas ringan, NSU dua langkah 200 cc. Teknologinya banyak diaplikasi dari Norton. Varian legendaris NSU lainnya semisal 350TT.