Ketika penulis keliling museum otomotif SAC Kutoarjo, tanpa sengaja melihat mobil Honda pikap bermesin 2-tak. Posisi mesin juga unik yakni ada di belakang. Tidak salah lagi, mobil tersebut adalah Honda TN 7. Sedikit berbicara sejarah, generasi Honda TN dibuat sejak tahun 1967 dengan nama TN 360, masih dengan single lamp. Januari 1970 ganti nama dengan TN III, lalu Agustus 1973 muncul lagi dengan nama TN V, baru yang terakhir Agustus 1975 menjadi TN-7. Honda TN itu usianya sebaya dengan Daihatsu Unyil (S36) dan juga sama sama pernah dipakai buat angkot. Kalau dilihat serinya yang pakai nomor 360, berarti kapasitas mesinnya sama dengan Si Unyil alias 360 cc (Kapasitas pas mesinnya 354 cc). Namun yang beredar di Indonesia dulu kebanyakan Honda TN-7 yang lampunya dobel tumpang tindih kayak foto penulis ini.
Dan ini mesin Honda TN
Yang menarik menurut admin adalah angka 360 ini. Selain Honda TN 360, Daihatsu S36 dan yang lebih seru lagi, Mazda ternyata juga pernah ikut-ikutan bermain di segmen pick-up mikro dengan Mazda Porter Cab atau Mazda E360 buatan tahun 1969. Lagi-lagi dengan seri angka 360, dan kapasitas mesinnya juga nggak beda jauh (359 cc). Baru pada tahun 1977, spesies ini mesinnya bertambah besar menjadi 546 cc setara dengan Suzuki Truntung ST20.
Masih ingatkah dengan serial televisi asal Amerika Serikat, MacGyver? Tokoh jagoan Richard Dean Anderson ini dikenal pintar dan memiliki kemampuan merakit suatu alat dalam situasi terdesak. Kali ini, tokoh MacGyver hadir dalam kehidupan nyata. Dia adalah Emile Leray, seorang pria berkebangsaan Prancis yang telah mengubah mobil rusaknya menjadi sepeda motor. Hebatnya, Emile merombak mobil rusak menjadi sebuah motor bukan saat berada di rumah atau pun bengkel, melainkan saat dirinya terjebak di tengah gurun dengan peralatan serba terbatas. Mengutip Carbuzz, Jumat 6 Juli 2012 lalu, kejadian yang dialami Emile terjadi pada 1993. Saat itu, dia hanya seorang diri melakukan perjalanan dengan mengendarai Citroen 2CV di tengah gurun Afrika.
Karena merasa asyik berkendara sendiri, Emile pun memacu mobil tua kesayangannya dengan kecepatan penuh. Tapi sialnya, Citroen 2CV justru menabrak sebuah batu besar dan mengalami kerusakan cukup parah.
Hampir putus asa dengan kejadian itu, ditambah lagi seorang diri di tengah gurun, Emile sempat berpikir untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Namun, niatan tersebut diurungkan, lantaran jarak ke perkampungan terdekat masih sangat jauh untuk ditempuh jika berjalan kaki.
Tak ingin berpasrah diri, Emile mencoba memeriksa mesin mobil Citroen 2CV dan merombak dengan perlengkapan seadanya. Hanya berbekal setengah liter air tersisa, dia memotong satu demi satu rangka sisa mobilnya dengan gergaji besi.
Kegigihan dan keahlian yang dimiliki Emile akhirnya membuahkan hasil manis. Mobil tua kesayangan Emile pun bertransformasi menjadi motor, setelah memakan waktu 12 hari pengerjaan.
Dengan mengendarai motor baru hasil rombakannya, Emile akhirnya sampai di perkampungan terdekat. Sesampainya di sana, dia kembali dihadapkan masalah. Sebab, dirinya disangka sebagai seorang pemberontak dan dikenakan denda, karena dituduh mengimpor motor tanpa ada surat-surat resmi.