Salah satu mobil klasik koleksi showroom mobil Barrett-Jackson Collection di Arizona, Amerika Serikat dijual. Mobil klasik yang dijual tersebut merupakan mobil legendaris milik Batman, Batmobile. Batmobile merupakan mobil yang digunakan dalam syuting Batman TV Show pada tahun 1966. Mobil ini merupakan salah satu mobil yang dibangun dari mobil Lincoln Futura buatan tahun 1955.
Dilansir Dailymail, bodi mobil dengan warna dasar hitam dengan kombinasi garis merah ini juga punya logo kelelawar yang dikenal sebagai ciri khas dari super hero Batman. Logo kelelawar ini ada di bagian pintu kiri dan kanan.
Mobil yang merupakan rancangan desainer asal Amerika Serikat, George Barris ini menjadi salah satu kendaraan klasik legendaris dan unik. Barris membuat kendaraan yang diilengkapiB atphone, Bat-Ray Projector dan sistem menggembungkan ban otomatis.
Untuk membangun mobil ini, Barris mengaku membutuhkan waktu tiga minggu dengan total biaya mencapai US$15.000 atau sekira Rp200 juta.
"Banyak mobil koleksi high-end yang sangat langka dan belum pernah dilihat oleh konsumen sebelumnya. Ini salah satunya," ungkap juru bicara Barrett-Jackson Collection, Roger C Johnson.
Selain itu, Johnson menambahkan, mobil ini masih dalam kondisi asli, sehingga Batmobile merupakan salah satu kendaraan yang paling diinginkan oleh semua orang yang datang melihat tempat ini.
Karakter Batman yang sangat melekat pada Batmobile membuat kendaraan klasik ini ditawarkan dengan harga fantastis. Mobil milik super hero kelelawar ini dihargai 3 juta poundsterling atau setara Rp62,5 miliar.
Kemarin malam ketika saya lagi jalan di pinggiran jl Daendels Ambal, Kebumen mata saya melihat sosok langka mobil Mitsubishi T120ss double cabin warna putih. Langsung saja saya foto mobil Mittsubishi T120ss double cabin tersebut. Sepertinya ini sih mobil double cabin modifan dari mitusbishi T120ss minibus yang dipotong.
Mobil pickup adalah sebuah mobil yang di desain khusus untuk mobil angkutan barang. Akan tetapi ketenaran mobil pickup beberapa waktu yang lalu mengalami sebuah penurunan. Hal tersebut membuat produsen terkenal seperti Mitsubishi membuat terobosan baru untuk mendongkrak popularitas dari mobil pickup. Terobosan tersebut adalah dengan mengeluarkan mobil mini pickup. Mobil tersebut adalah Mitsubishi T-120 SS mini pickup. Tindakan yang di ambil oleh Mitsubishi tersebut ternyata sangat tepat. Mobil T-120 SS mini pickup sangat laris di pasaran. Dari hal tersebut mungkin si pemilik ingin memottong mobil minibus menjadi double cabin agar bisa memuat banyak barang namun juga masih bisa membawa keluarganya.
Kelebihan Mobil Mitsubishi T120ss
1. Mesin Untuk masalah mesin mobil ini sudah menggunakan tipe 4G15 yang terdapat 4 silinder 12 valve di dalamnya. Dengan mesin tersebut mobil ini dapat menghasilkan tenaga hingga 86 ps. Memang mobil ini sendiri di luncurkan dengan kapasitas mesin 1468 cc dan di bulatkan menjadi 1500 cc. 2. Bahan bakar Untuk masalah bahan bakar mobil ini menggunakan bahan bakar premium. Mobil ini sendiri lebih irit bahan bakar daripada mobil pickup yang lainnya. 3. Deck
Meskipun mobil Mitsubishi T-120 SS ini merupakan mobil mini pickup akan tetapi deck yang dimilikinya cukup luas. Deck pada mobil ini memiliki lebar 1480 mm, panjang 2200 mm, dan tinggi 300 mm. Dengan deck tersebut mobil ini mampu menampung beban dengan volume 976 liter.
Kekurangan Mobil Mitsubishi T120ss
1. Akselerasi
Untuk masalah akselerasi mobil ini sebenarnya tidak terlalu buruk. Akan tetapi bila dibandingkan dengan pickup yang lain akselerasi mobil ini lebih lambat. Hal tersebut di sebabkan torsi maksimum dari mobil ini berada di bawah mobil pickup yang lain.
2. Berat
Mitsubishi T-120 SS memiliki berat yang sangat ringan. Dengan berat yang ringan tersebut mobil ini sedikit sulit di kendalikan bila tidak terdapat beban yang di bawa.
3. Dimensi
Untuk masalah dimensi sendiri sudah jelas jika mobil ini memiliki dimensi yang lebih kecil. Dimensi tersebut memang disesuaikan dengan desain mini pickup yang digunakan mobil ini.
Ketika penulis keliling museum otomotif SAC Kutoarjo, tanpa sengaja melihat mobil Honda pikap bermesin 2-tak. Posisi mesin juga unik yakni ada di belakang. Tidak salah lagi, mobil tersebut adalah Honda TN 7. Sedikit berbicara sejarah, generasi Honda TN dibuat sejak tahun 1967 dengan nama TN 360, masih dengan single lamp. Januari 1970 ganti nama dengan TN III, lalu Agustus 1973 muncul lagi dengan nama TN V, baru yang terakhir Agustus 1975 menjadi TN-7. Honda TN itu usianya sebaya dengan Daihatsu Unyil (S36) dan juga sama sama pernah dipakai buat angkot. Kalau dilihat serinya yang pakai nomor 360, berarti kapasitas mesinnya sama dengan Si Unyil alias 360 cc (Kapasitas pas mesinnya 354 cc). Namun yang beredar di Indonesia dulu kebanyakan Honda TN-7 yang lampunya dobel tumpang tindih kayak foto penulis ini.
Dan ini mesin Honda TN
Yang menarik menurut admin adalah angka 360 ini. Selain Honda TN 360, Daihatsu S36 dan yang lebih seru lagi, Mazda ternyata juga pernah ikut-ikutan bermain di segmen pick-up mikro dengan Mazda Porter Cab atau Mazda E360 buatan tahun 1969. Lagi-lagi dengan seri angka 360, dan kapasitas mesinnya juga nggak beda jauh (359 cc). Baru pada tahun 1977, spesies ini mesinnya bertambah besar menjadi 546 cc setara dengan Suzuki Truntung ST20.
Daihatsu Hijet S37 tahun 1968 masuk golongan mobil antik dan sangat langka. Kemungkinan besar hanya tinggal beberapa unit saja di Indonesia. Mobil Daihatsu Hijet S37 menurut saya juga masuk golongan legendarisnya mobil 3 silinder khas Daihatsu.
Model ini pertama kali hadir di Tanah Air pada 1968 didatangkan secara Completely Built Up (CBU). Daihatsu Hijet ini dulunya di Indonesia merupakan salah satu mobil favorit bahkan idaman keluarga yang cukup nyaman di kendarai.
Pada saat Toyota Motors Corporation meluncurkan Toyota Corona Mark II pada 1968, sebagian besar orang mengira mobil itu hanya ditawarkan dalam tiga varian yakni coupe, sedan, dan station wagon. Ternyata anggapan itu salah, karena mobil itu juga dibuat dalam bentuk pikap yang kini menjadi buruan para kolektor dunia.
Seperti dilansir Jalopnik, Kamis (01/01/2015), pikap yang dijuluki Coronamino itu diperkenalkan berbarengan dengan tiga saudaranya, coupe, sedan dan station wagon. Namun tak seperti generasi pertama Mark yang mengusung mesin SOHC, Coronamino mengusung mesin OHV 1.587 cc yang bertenaga 98 hp.
Untuk sistem pengeremannya menggunakan tromol di keempat rodanya. Toyota membekalinya dengan perangkat sistem suspensi independen.
Dengan mesin dan sederet fitur pendukung keamanan dan kenyamanan, performa dan kenyamanan Coronamino setara dengan Ford Ranchero. Menariknya, ternyata Toyota juga menawarkannya dalam wujud kabin ganda, selain versi kabin tunggal.